ARTICLE

Sejarah Lengkap Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober sebagai bentuk kesadaran untuk bersatu dalam Tanah Air, Bangsa, dan Bahasa. Namun dibalik hari bersejarah itu, ada beberapa fakta unik dibalik peristiwa Sumpah Pemuda, yaitu:

  1. Para Pencetus Sumpah Pemuda Tetap Pemuda Biasa


    Sumpah Pemuda dicetuskan oleh sekumpulan mahasiswa yang tinggal di rumah kos di Jalan Kramat 106 (kini menjadi Museum Sumpah Pemuda). Layaknya anak muda biasa, para mahasiswa ini berdiskusi tentang banyak hal termasuk juga soal cinta dan wanita lho, bedanya dulu belum ada internet cepat aja. Tak jarang mereka saling mengumpulkan uang untuk membeli kopi dan sate atau soto langganan di Pasar Senen sebagai teman berdiskusi. Hal itu diakui oleh Abu Hanifah, salah satu pelaku gerakan Sumpah Pemuda.

  2. Cerdik dari Pengawasan Polisi Belanda


    Millenials, ketika Kongres Pemuda II, rapat itu diawasi oleh polisi Belanda. Hal itu membuat polisi Belanda protes karena peserta menggunakan kata 'merdeka'. Namun, Soegondo Djojopoespito sebagai pemimpin rapat tak kehabisan akal. Dengan lantang dan berani ia pun berkata “Jangan gunakan kata 'kemerdekaan', sebab rapat malam ini bukan rapat politik dan harap tahu sama saja.” Sebagai upaya mengakali para polisi Belanda. Sontak hal itu disambut tepuk tangan riuh dan tawa para peserta yang hadir.

  3. Lagu “Indonesia Raya” Dilantunkan Tanpa Syair


    Pada Minggu, 28 Oktober 1928, sebelum Kongres Pemuda II ditutup, seorang pemuda bernama W.R. Soepratman meminta pemimpin rapat, Soegondo, untuk diberi kesempatan membawakan lagu yang dibuatnya. Lagu itu berjudul Indonesia Raya, yang kini menjadi lagu kebangsaan kita, Millenials. Namun ketika Soegondo melihat lirik dengan banyak kata merdeka dan Indonesia, ia mengizinkan Soepratman membawakan lagu itu tanpa syair. Pasalnya di ruangan itu terdapat banyak polisi Belanda yang mengawasi dengan ketat. Soegondo pun tak mau rapat itu harus dibubarkan secara paksa. Akhirnya Soepratman pun menyuguhkan lagu Indonesia Raya tanpa syair dengan biola nya dan disambut meriah oleh pemuda lainnya.

  4. Naskah Sumpah Pemuda Lahir dari Seorang Pemuda

    Di tengah sesi terakhir Kongres Pemuda II, sekretaris Yamin yang saat itu duduk di sebelah pemimpin rapat, Soegondo, memberikan sebuah kertas. Pada kertas itu terdapat coretan Yamin yang ia sebut sebagai rumusan resolusi elegan kepada Soegondo. Setelah membaca isi kertas itu, Soegondo pun menambahkan paraf kata 'setuju'. Resolusi elegan dari Yamin itu lah yang menjadi isi Sumpah Pemuda saat ini, Millenials.

    Semangat dan kecerdikan para pemuda Indonesia saat itu harus tetap ada sampai sekarang. Khususnya di dalam diri anak-anak muda seperti kita. Jangan batasi dirimu untuk berekspresi dan maju demi kesatuan Indonesia dalam Tanah Air, Bangsa, dan Bahasa yang satu. Nah, sekarang ini Smartfren juga memberikan kebebasan kepada kamu para millenials untuk berkarya sebagai anak bangsa yang membanggakan, lho! Kamu bisa cari tau sejarah bangsa Indonesia lainnya di jejaring sosial lho, pake Smartfren Super 4G Unlimited tentunya biar internet cepat, gak setengah-setengah! #GoUnlimited